Tren meningkat wirausahawan lokal yang mengembangkan usahanya ke platform online. Langkah ini dianggap kunci bertahan di tengah persaingan ketat.
Menurut Lembaga riset bisnis lokal, lebih dari 20 juta pelaku usaha sudah terdaftar di marketplace. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, terutama untuk usaha kecil agar bertahan di era otomatisasi,“ jelas Direktur Ekonomi Digital, Jumat (3/11/2024).
Platform marketplace seperti TikTok Shop dimanfaatkan pelaku usaha untuk mempromosikan produk.
Pelaku usaha kini tidak hanya mengandalkan toko fisik, tetapi mengoptimalkan foto produk secara digital.
Namun, transformasi bisnis ini juga punya tantangan. Banyak UMKM yang terkendala kemampuan teknologi.
Asosiasi bisnis turut membantu seperti bimbingan e-commerce agar pelaku usaha lebih kompeten.
Dari sisi branding, kualitas produk juga tak kalah penting. Pembeli online kini menuntut pengalaman belanja yang cepat. Karena itu, pengiriman cepat bisa menentukan reputasi.
Ekonom digital menilai bahwa pelaku usaha online akan menyumbang besar ke GDP dalam beberapa tahun ke depan. Kolaborasi antara pemerintah diprediksi bisa membuka akses pasar global.
Jika pengusaha lokal terus belajar, maka industri e-commerce lokal semakin kuat.
Transformasi online adalah peluang bagi bisnis kecil untuk menjadi pemain besar.